Beberapa Hadist Tentang Sholat
“Shalat adalah sebaik-baik amalan yang ditetapkan Allah untuk hamba-Nya.”
Abdullah ibnu Mas'ud Ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Ya
Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?" Beliau menjawab,
"Shalat tepat pada waktunya." Aku bertanya lagi, "Lalu apa
lagi?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Aku
bertanya lagi, "Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?" Beliau menjawab,
"Berjihad di jalan Allah." (HR. Bukhari)
“Dari Abu Dzar r.a., bahwasanya Rasulullah saw. keluar dari rumahnya ketika
musim dingin, waktu itu daun-daun berguguran. Rasulullah saw. mengambil ranting
dari sebatang pohon, sehingga daun-daun di ranting itupun banyak berguguran.
Kemudian Rasulullah saw. bersabda, Wahai Abu Dzar!’ Saya menyahut, ‘Labbaik, ya
Rasulullah.’ Lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya seorang hamba yang muslim,
jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan
berguguran seperti gugurnya daun-daun ini daripohonnya.” (Hr. Ahmad -At
Targhib)
Shalat dua rakaat (yakni shalat sunnah fajar) lebih baik dari dunia dan segala
isinya. (HR. Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. ber-sabda,
‘Bagaimana pendapat kalian, jika di depan rumah salah seorang dari kalian
terdapat sebuah sungai yang mengalir dan dia mandi di dalam¬nya lima kali
sehari, apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak akan tersisa
kotoran di tubuhnya sedikitpun.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Begitulah
perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah akan mengampuni dosa-dosa.” (Hr.
Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai)
Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan.
(HR. Ahmad)
Dari Hudzaifah r.a. dia berkata, “Apabila Rasulullah saw. mengalami kesulitan,
maka beliau segera melaksakan shalat.” (Hr. Ahmad dan Abu Dawud)
Shalat pada awal waktu adalah keridhoan Allah dan shalat pada akhir waktu adalah
pengampunan Allah. (HR. Tirmidzi)
“Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat’dan sesungguhnya hal yang
demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.”
Barangsiapa lupa shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada
saat dia ingat. (HR. Ahmad)
“Dart Abu Hurairah r.a., “Dua orang dari kabilah Baliy satu kaum dari kabilah
keturunan Qudaah telah memeluk Islam. Maka salah seorang darinya telah mati
syahid, dan seorang lagi hidup selama satu tahun. Thalhah bin Ubaidillah r.a.
berkata, “Saya melihat di dalam mimpi, bahwa orang yang meninggal setahun
kemudian itu dimasukkan ke dalam surga lebih dahulu daripada si syahid. Saya
merasa heran atas peristiwa itu. Maka pada pagi harinya saya menceritakannya
kepada Nabi saw., atau hal itu diceritakan oleh orang lain (yang mendengarnya
dari saya) kepada RasuluUah saw.. Beliau saw. bersabda, ‘Bukankah dia telah
berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan setelah kematian temannya, dan
mengerjakan shalat sebanyak 6.000 rakaat, dan beberapa rakaat lagi dalam
shalatnya selama satu tahun?’” (Hr. Ahmad)
Nabi Saw ditanya tentang shalat, "Bagaimana shalat yang paling
afdol?" Beliau menjawab, "Berdiri yang lama." (HR. Muslim)
“Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau
bersabda, “Setiap tiba waktu shalat, seorang malaikat diutus untuk menyeru,
‘Wahai anak Adam, bangun dan padamkanlah apt yang sedang kalian nyalakan untuk
membakar dirt kalian.’ Maka orang-orangpun berdiri, lalu bersuci dan
melaksanakan shalat Zhuhur, sehingga dosa-dosa antara Shubuh hingga Zhuhur
diampuni. Apabila datang waktu Ashar, seperti itu juga, waktu Maghrib seperti
itujuga, waktu Isya seperti itujuga, setelah itu mereka tidur. Maka ada yang
bermalam dengan kebaikan dan ada juga yang bermalam dengan keburukan. (Hr.
Thabrani)
Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat
derajat?" Para sahabat menjawab: "Baik ya Rasulullah." Beliau
berkata, "Berwudhu dengan baik, menghilangkan kotoran-kotoran, banyak
langkah diayunkan menuju mesjid, dan menunggu shalat (Isya) sesudah shalat
(Maghrib). Itulah kewaspadaan (kesiagaan)." (HR. Muslim)
Dari Abu Qatadah bin Rib’i r.a., Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Swt.
berfirman, “Sesungguhya Aku telah mewajibkan shalat lima waktu kepada umatmu.
Dan Aku telah berjanji pada diri-Ku, bahwa barangsiapa yang menjaga shalat pada
waktunya, niscaya akan Aku masukkan ke dalam surga dengan jaminan-Ku. Dan
barangsiapa yang tidak menjaga shalatnya, maka Aku tidak memberi jaminan
baginya.” (Hr. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka
perbanyaklah do'a (saat bersujud) (HR. Muslim)
Dari Ibnu Salman r.a. berkata, “Seorang lelaki dart kalangan sahabat berkata
kepada Rasulullah saw, ‘Ketika kami menaklukkan kota Khaibar dalam suatu
peperangan, orang-orang mulai mengeluarkan harta rampasan perang yang terdiri
dari berbagai macam barang dan tawanan. Maka orang-orang pun mulai berjual beli
dengan harta rampasan perangnya. Tiba-tiba datang seorang lelaki kepada
Rasulullah saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhya pada hari ini saya
telah memperoleh keuntungan besar dan tidak ada seorang pun dari penduduk
lembah ini yang dapat menyamai keuntungan saya.” Dengan terheran-heran
Rasulullah saw. bertanya, “Berapa keuntungan yang engkau dapatkan?” Dia
menja-wab, “Saya terus menerus berjual beli sehingga mendapatkan keuntungan
300Uqiyah.”
Rasulullah saw. bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu sebaik-baik orang
yang mendapat keuntungan?” Dia bertanya, “Apakah itu, ya Rasulullah?” Beliau
saw. menjawab, “Dua rakaat shalat sunnat setelah shalat fardhu.” (Hr. Abu
Dawud)
Paling afdol (utama) shalat seorang (adalah) di rumahnya kecuali (shalat) yang
fardhu (lima waktu). (HR. Bukhari dan Muslim)
Perbanyaklah sujud kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan
mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu. (HR. Muslim)